NO :
005/MP.K/23.8/AKPP/ed.3/2014
HAL : ARTIKEL KASUS PELAYANAN PENJUALAN
Kasus Kekecewaan Pelenggan Perusahaan Apple Terhadap Penurunan Harga Iphone
Pada
tanggal 5 Septembe 2007, Steve Jobs, CEO Perusahaan Apple melakukan praktek
diskriminasi harga sebagai strategi pemasarannya yaitu menurunkan harga product
iPhone mereka yang sangat sukses sejumlah $200 dari harga semula sebesar $599
yang merupakan harga perkenalan yang sudah sejak dua bulan. Tak perlu
dibicarakan, dia menerima email yang sangat banyak dari para pelanggan yang
kecewa dan marah. Dua hari kemudian,
Steve Jobs menawarkan $100 kredit yang dapat di gunakan di toko Apple
dan online store kepada para pelanggan yang sudah membayar harga penuh. Apakah
keputusan untuk mengurangi $200 dan sikap untuk melakukannya tepat dari sudut
pandang etika?
Seandainya
pihak management Apple melakukan sniff
test sebelum mengambil keputusan mungkin mereka memiliki kesimpulan bahwa
ibu mreka tidak akan bangga atau nyaman dengan keputusan tersebut. Sama halnya,
mungkin mereka akan sadar bahwa pengurangan harga juga bertentangan dengan kode
etik pelayanan pelanggan Apple.
Jika
Apple hanya melihat dari sisi pemegang saham dalam mengambil keputusan
tersebut, mereka akan sadar selain pelanggan awal yang terkena imbas,
perusahaan Apple sendiri ternoda dan itu bisa juga berimbas terhadap pelanggan
lain yang mereka coba untuk dekati. Sebagai tambahan, para pekerja Apple yang
mana banyak diantara mereka sudah tergoda oleh reputasi Apple yang kuat yang
selalu menyediakan solusi yang inovatif dengan standar tinggi akan
dipertanyakan oleh company mothers, yang mana akan melemahkan komitmen dan
kesetiaan mereka.
Seandainya
pihak perusahan Apple sudah menerapkan philosophi etika traditional mereka akan
mengetahui hal hal berikut.
1. Konsekuensialisme
Dari sisi pandang keuntungan, Apple mengharapkan lebih dari sekedar pengimbangan dari $200 pengurangan harga per unit in margin dan mendapatkan jumlah penjualan yang besar. Jika hanya untukk iPhone saja mungkin cara ini sudah tepat, tapi Apple juga memiliki banyak produk lain yang juga akan dibeli oleh pelanggan mereka yang juga bisa terkenda dampak negatifnya. Dan juga melihat keputusan tersebut sebagai kesempatan untuk pengurangan harga dari harga awal yang tinggi. Sikap GOUGING sudah bisa di tebak yang mana akan merusak nilai proposisi apple secara keseluruhan dan juga penjualan produk selain iPhone akan terpengaruh sebagai dampak dari keputusan tersebut. Secara umum, pihak management mungkin yakin dengan keputusan penggabungan untuk penjualan iPhone dan produk lainnya.
Para excecutive Apple mempunyai tugas untuk mendapatkan keuntungan selama hal tersebut tidak melanggar hukum. Dalam
kasus ini, para pembeli awal iPhone memiliki hak secara legal untuk menuntut
perusahaan dengan alasan perlakuan yang tidak adil. Namun, aksi individual akan lebih sedikit
dari pada class action. Dampak dari ketidakadilan pengurangan harga dapat
berupa tekanan buruk yang signifikan.
3. Kualitas Bagus yang Diharapkan
Dalam pikiran pelanggan dan pekerja pada perusahaan Apple,
Jobs mempunyai image secara teknis sebagai jenius yang berpandangan jauh ke
depan yang terarah untuk menyediakan nilai yang hebat bagi stakeholder.
Penurunan harga $200 tidak sesuai dengan harapan mereka pada Jobs dan Apple
Apple
seharusnya juga menggunakan pertanyaan “Tucker Framework” yang dikembangkan dan
dimodifikasi untuk menguji penurunan harga $200. Jika begitu adanya, jawabannya
adalah sebagai berikut:
- Apakah hal ini menguntungkan? Hasilnya tidak jelas apakah menguntungkan atau tidak.
- Apakah hal ini legal? Mungkin, kecuali perlindungan konsumen tidak disinggung.
- Apakah hal ini adil? Tidak menurut beberapa pelanggan dan pekerja.
- Apakah hal ini benar? Tidak menurut beberapa eksekutif, pekerja, dan pelanggan potensial.
- Apakah hal ini mendemonstrasikan kualitas bagus yang diharapkan? Tidak seperti yang didiskusikan sebelumnya.
- Pertanyaan opsional: Apakah ini berkelanjutan? Isu dampak terhadap lingkungan tidak dilibatkan dalam keputusan ini, tapi akan berdampak negative dan signifikan jangka menengah dan jangka yang lebih panjang. Sangat tidak bijak untuk mengulang keputusan atau mengabaikan dampak negatif di masa depan yang berpengaruh terhadap reputasi.
Sewajarnya,
Apple harus mempertimbangkan praktek diskriminasi harga sebagai strategi pemasaran
sebagai ketidakadilan dan ketidakbijakan tanpa adanya mitigasi bagi pembeli
awal iPhone. Apakah pemberian kredit $100 memadai? Dalam peristiwa apapun, Jobs
dapat menghindari tekanan negatif dan kerusakan pada reputasinya dan Apple,
jika Apple telah menggunaka EDM untuk menganalisa keputusan sebelum bertindak. Hal
ini harus menjadi catatan bahwa meskipun potongan harga yang disebutkan pada
kasus ini tidak jarang dan dianggap tidak umum sebagai masalah etika serius,
mereka mempunyai aspek etis yang bisa dinilai menggunakan pendekatan EDM.
Mereka merepresentasikan risiko yang dapat melemahkan reputasi eksekutif dan
perusahaan yang terlibat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar