NO :
007/MP.K/23.8/AKPP/ed.5/2014
HAL : ARTIKEL KASUS PELAYANAN PENJUALAN
Pelayanan Konsumen Buruk, Walmart Terancam Ditinggalkan Pelanggan
Pelanggan
Walmart di seluruh negara bagian Amerika Serikat menyampaikan komplain
karena mereka tak dapat menemukan produk yang diinginkan. Hal tersebut
dapat menyebabkan konsekuensi berbahaya bagi salah satu gerai terbesar
di dunia tersebut.
“Rak Walmart kosong akibat pengurangan tenaga kerja dan tenaga kerja
yang ada tak mampu mengatasinya,” ungkap ahli pelayanan konsumen dan
penulis terlaris Grant Cardone kepada Businessinsider. Wal-Mart Inc. adalah perusahaan dengan tenaga kerja terbesar di Amerika Serikat dengan jumlah 1,3 juta tenaga kerja.
Masalah rak kosong pertama kali dilaporkan oleh Renee Dudley di
Bloomberg News yang mencatat bahwa tenaga kerja perusahaan ritel ini
telah berkurang 120.000 orang sejak 2008. Di saat yang sama Walmart
membuka cabang di beberapa ratus lokasi. Total tenaga kerja Walmart
hingga saat ini adalah 2.2 juta orang. Dudley mengatakan ia menerima email yang berisi keluhan
pelanggan tentang betapa buruknya pelayanan Walmart, antrian kasir yang
panjang dan rak yang kosong. Masalah rak kosong di Walmart disinyalir
mewakili permasalahan ekonomi di Amerika Serikat.
Cardone mengatakan bahwa apabila Walmart tidak dapat menyelesaikan
masalah tersebut, nasibnya akan sama dengan TV kabel: ditinggalkan
pelanggan. “Kami telah menyaksikan 5 juta orang meninggalkan TV kabel
dalam 18 bulan terakhir karena ada alternatif lebih baik di luar sana,”
ujar Cardone. “Ancaman bagi Walmart adalah internet dan pelanggan yang
tak ragu untuk beralih.”
Mantan pelanggan Walmart, Victor Ireland mengatakan pada Businessinsider
bahwa ia sudah tidak lagi menjadi pelanggan ritel tersebut karena
buruknya pelayanan. “Antrian kasir yang panjang adalah mimpi buruk dan
saya menghindari ritel ini untuk alasan tersebut,”ujarnya.
Cardone mengatakan, “pengalaman buruk dapat membuat pelanggan
membicarakannya secara negative untuk waktu yang lama.” “Jika Walmart
tidak membuat hidup para pelanggannya lebih mudah, para pelanggan tidak
akan datang,” sambungnya. Pengalaman Walmart menjadi pelajaran berharga tentang betapa
pentingnya sebuah pelayanan konsumen yang baik bagi eksistensi sebuah
perusahaan.
(Sumber: Businessinsider)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar