Jumat, 22 Agustus 2014

ARTIKEL KASUS PELAYANAN PENJUALAN

NO         : 007/MP.K/23.8/AKPP/ed.5/2014
HAL        : ARTIKEL KASUS PELAYANAN PENJUALAN

Pelayanan Konsumen Buruk, Walmart Terancam Ditinggalkan Pelanggan


       Pelanggan Walmart di seluruh negara bagian Amerika Serikat menyampaikan komplain karena mereka tak dapat menemukan produk yang diinginkan. Hal tersebut dapat menyebabkan konsekuensi berbahaya bagi salah satu gerai terbesar di dunia tersebut.
“Rak Walmart kosong akibat pengurangan tenaga kerja dan tenaga kerja yang ada tak mampu mengatasinya,” ungkap ahli pelayanan konsumen dan penulis terlaris Grant Cardone kepada Businessinsider. Wal-Mart Inc. adalah perusahaan dengan tenaga kerja terbesar di Amerika Serikat dengan jumlah 1,3 juta tenaga kerja.

       Masalah rak kosong pertama kali dilaporkan oleh Renee Dudley di Bloomberg News yang mencatat bahwa tenaga kerja perusahaan ritel ini telah berkurang 120.000 orang sejak 2008. Di saat yang sama Walmart membuka cabang di beberapa ratus lokasi. Total tenaga kerja Walmart hingga saat ini adalah 2.2 juta orang. Dudley mengatakan ia menerima email yang berisi keluhan pelanggan tentang betapa buruknya pelayanan Walmart, antrian kasir yang panjang dan rak yang kosong. Masalah rak kosong di Walmart disinyalir mewakili permasalahan ekonomi di Amerika Serikat.

       Cardone mengatakan bahwa apabila Walmart tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut, nasibnya akan sama dengan TV kabel: ditinggalkan pelanggan. “Kami telah menyaksikan 5 juta orang meninggalkan TV kabel dalam 18 bulan terakhir karena ada alternatif lebih baik di luar sana,” ujar Cardone. “Ancaman bagi Walmart adalah internet dan pelanggan yang tak ragu untuk beralih.”
Mantan pelanggan Walmart, Victor Ireland mengatakan pada Businessinsider bahwa ia sudah tidak lagi menjadi pelanggan ritel tersebut karena buruknya pelayanan. “Antrian kasir yang panjang adalah mimpi buruk dan saya menghindari ritel ini untuk alasan tersebut,”ujarnya.

       Cardone mengatakan, “pengalaman buruk dapat membuat pelanggan membicarakannya secara negative untuk waktu yang lama.” “Jika Walmart tidak membuat hidup para pelanggannya lebih mudah, para pelanggan tidak akan datang,” sambungnya. Pengalaman Walmart menjadi pelajaran berharga tentang betapa pentingnya sebuah pelayanan konsumen yang baik bagi eksistensi sebuah perusahaan.

(Sumber: Businessinsider)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar